Kamis, 27 April 2017

Materi Manajemen Keuangan Mengenai Model Manajemen Kas

1.    Model Persediaan (Model Baumol)
  ~ Menurut William Baumol (1952) mengidentifikasikan bahwa kebutuhan akan kas dalam perusahaan mirip dengan pemakaian persediaan. Apabila perusahaan memiliki saldo kas yang tinggi, perusahaan akan mengalami kehilangan kesempatan untuk menginvestasikan dana tersebut pada kesempatan investasi yang lain yang lebih menguntungkan (sebaliknya).
~ Konsep pemesanan sediaan yang paling ekonomis (EOQ/Economic Order Quantity) bertujuan untuk meminimumkan biaya persediaan (biaya simpan dan biaya pesan).
  Persamaan untuk EOQ (Q) = (2oS/C)1/2
          Persamaan untuk Kas Optimal (C*) = ( 2 F D / k ) 1/2
      D = Total jumlah tambahan kas yang diperlukan setiap periode perencanaan (per tahun)
      C = Jumlah yang diperoleh dari penjualan sekuritas atau peminjaman (Saldo Kas)
      F = Biaya Tetap dari penjualan sekuritas atau peminjaman
  k = Tingkat pendapatan bunga yang hilang (biaya kesempatan) karena memegang kas
  Biaya Kesempatan = ( C / 2 ) k
  Biaya Transaksi = ( D / C ) F
  Misalnya kebutuhan kas setiap periodenya selalu sama. Apabila pada awal periode jumlah kas = Q, maka sedikit demi sedikit saldo kas akan mencapai 0. Pada saat mencapai 0, perusahaan perlu merubah aktiva lain (misalnya sekuritas) menjadi kas sebesar Q. Permasalahannya adalah berapa jumlah sekuritas yang harus diubah menjadi kas setiap kali diperlukan yang akan meminimumkan biaya karena memiliki kas dan biaya karena merubah sekuritas menjadi kas. 
 
2.       Model Miller dan Orr
q  Miller and Orr mengasumsikan bahwa aliran kass masuk dan keluar tidak konstan (berfluktuasi). Miller and Orr menentukan batas pengendalian atas dan batas pengendalian bawah serta saldo kas yang ditargetkan.
Rumus yang disajikan Miller and Orr
Z = [ (3 o σ2)]1/3
4i
o = biaya tetap untuk melakukan transaski
σ2 = variance arus kas masuk bersih harian
i = bunga harian untuk investssi pada ssekuritas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar